Day 1: Masih Ada Waktu Mengenal….

Ciao Dicembre! ini posting-an pertama untuk Tantangan Kak Kev, huhuhuhu. I know this is too late, karena saat blogwalking temen-temen yang lain sudah mulai November  dan akan jatuh tempo 31 Januari 2014. Peserta pun diberi jatah  menulis tiap harinya dengan satu tantangan saja, tidak boleh lebih. Hahahha kalau dihitung untuk memenuhi komitmen menulis 30 sampai batas akhir, ya, bisa dibilang tak cukup waktunya. Tapi, 30 deret tema yang dijelaskan dalam blog menarik perhatian. Ya, bisa dibilang aku tetap mau coba ngga peduli masa aktifnya :p. Lewat dari 31 Januari rencananya masih mau lanjutin walau seperti pelari di garis belakang. Masih tetap berlari sampai finish walau pita merah depan altar sudah terlewati peserta. Cieeeeeeeeeeee.

Sebelumnya aku pernah juga ikutan nulis berdasarkan komitmen 30 soundtrack of the day, tapi Cuma bertahan 10 hari. Hihihi. Nah, sekarang aku mau nyoba lagi. Kali ini harus bisa.

Ini edisi perkenalan. Namaku Nadya Nur’aini. Panggilan dari SD sampai dengan kuliah berbeda. SD aku biasa dipanggil Nadya, SMP berubah menjadi Naya, Onay, atau Nay, SMA aku disapa Nadiho, Onad, Onadio, Nanad, atau nadiot, dan kuliah nama Nadya lebih sering terdengar Nadin. Dan kalian, bebas memilih memanggil aku apa atau kalian punya sebutan baru?

Oh, ya, aku ini baru lulus jadi masih fresh from the open. Aku lulusan dari Politeknik Negeri Jakarta, program studi Penerbitan. And Now,  I’m working in property magazine.

Image

ki-kan: Aku sama Sarah. Pas Aku wisuda 🙂

Aku ini orangnya pendiem untuk suasana baru, adaptasi pun butuh waktu lama. Terlihat cerewet kalau melalui tulisan (itu kata temen).  Kalau ada masalah lebih baik dipendam sendiri, cari jalan keluar sendiri daripada konsultasi ke teman. Ini, nih, yang jelek.

Aku tipe orang yang malas berkonflik, makanya sebelum api menyala aku sudah sedia bawa air.  Orang dekat aku suka bilang kalau aku ini cuek, sebenarnya aku bukan cuek, sih, tapi sulit mengekspresikan kalimat “sensitive” untuk menyenangkan mereka. Jadi, perhatian untuk teman-temanku tak terlihat bayangannya.

Aku suka baca buku, rata-rata, sih, Novel J. Dewi Lestari, Andrea Hirata,  Darwis Tere Liye, Paulo Coelho, dan Neil Gaiman adalah pengarang favoritku. Kalian dapat menilai sendiri genre novel apa yang aku suka, hihihihi.

Aku suka banget ngemil. Apapun makanan yang pedas dan asam, bisa aku lalap sampai habis. Contohnya, asinan dan pempek. Sampai ibuku bilang, kamu kalu suka ngemil harus bisa buat sendiri. Mulai, deh, tiap weekend walau ngga sering suka buat cemilan buat keluarga. Paling suka resep urban yang simple.

Kalian tahu aku suka sekali dengan angin… ketika ada angin menyapa wajahku, aku terdiam sejenak, menutup mata, dan tersenyum. Rasanya menyenangkan dan nyaman. Ketika aku naik kendaraan umum, aku paling suka tempat yang dekat dengan jendela. Membiarkan angin mengacak-acak rambutku. Aku suka. Ketika aku berangkat kuliah bersama Ayah dengan motor, aku suka sekali! Kubiarkan tanganku melawan arus angin berharap angin membalas genggamanku. Sambil mendengarkan musik favoritku. Irama syahdu jazz sangat cocok ketika aku bersantai menikmati angin. Aku bukan pecinta hujan, tapi sangat excited kalau liar deretan warna mejikuhibiniu melintang di langit. Aku suka tempat yang tenang, makanya bukan senja yang kupilih menjadi waktu favorit, tapi tengah malam. Biasanya tengah malam waktu produktif untuk menulis 🙂 .

Gadis turunan Jawa. Suka Makaroni Panggang. Kalau di rumah suka bersihin kuping Ayah-Ibu-Adik. Anak pertama dari dua bersaudara.

Perkenalanku, segitu dulu aja, ya 🙂 terimakasih yang sudah mampir untuk membaca dan kasih kritik-saran membangun. Tunggu postingan selanjutnya, ya. OH, ya! hihihi jangan lupa vote.

Grazie e ciao! 😀

Advertisements

13 thoughts on “Day 1: Masih Ada Waktu Mengenal….

  1. holaaaa, aku mau panggil dya-dya-dyaaa ah *berasa afgan* hihihihi

    aku suka Neil Gaiman yang Coraline, itu juga nemu di perpus kampus kita bukunya hahaha karya yg lain aku blm baca. Paulo Coelho baru baca The Alchemist, Veronika Memutuskan Mati, sama Di Tepi Sungai Piedra Aku Duduk dan Menangis. Bang Tere baru Moga Bunda Disayang Allah. Dee baru Perahu Kertas (yg lainnya baca tapi ga sampe selese karena keberatan ihihihi). terakhir om Andrea alhamdulillah komplit *ini kok jadi ngabsen buku yaaa* hehehe

    ayooook semangaaaat ^^9 masih lama loooh 31 Januari itu.. Lebih dari cukup (harusnya) :p

    • waaaaaaaaaah Dya itu panggilan kecil di keluarga.
      Manda hihihihih aku juga tau Neil Gaiman dari perpus TGP :p

      boleh nih rekomendasi buku bagus, aku lagi penasaran Haruki Murukami katanya bagus..
      Ia Manda sama-sama tuntaskan tantangan 30 🙂

  2. Halo, Nad. Tentu belum terlambat untuk kita saling mengenal hehe.
    SIfat kita hampir sama ternyata 😀
    Btw, saya udah vote. Jadi sutradara sepertinya akan menyenangkan 😀
    Gudluck untuk challenge-nya!

  3. It would be nice if you feel the touch of beach wind 😀

    “Kalian tahu aku suka sekali dengan angin… ketika ada angin menyapa wajahku, aku terdiam sejenak, menutup mata, dan tersenyum”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s