#DAYS4 Favorit :)

Saya penyuka film/drama apapun genre-nya. Selain jalan ceritanya, si pemeran bisa menjadi alasan saya menonton. Si pemeran dalam artian ngga harus memiliki wajah yang dipuja seluruh antero  negeri atau dunia. Si pemeran yang saya suka bukan karena wajah imut kalau dibandingkan dengan saya bagai bumi dan langit. Si pemeran juga bukan keturunan indo atau bahasa kerennya blesteran yang sekarang booming muncul di layar kaca tv, dialog bahasa Indonesia pun belum fasih #sarkas  -_-.

 Nah, tema postingan ke-4 kali ini peserta diminta menyebutkan 5 aktor/aktris terkenal dan favorit. Hihihihihi, setelah baca tema ini otak saya mulai membuat daftar secara acak. Siapa saja yang saya pilih menjadi lima kandidat? Lalu, siapa yang menduduki peringkat pertama dan terakhir? Dua pertanyaan itu yang muncul dan memori bergerak antusias mengenang actor/aktris favorit saya.

There we go….

5. Isla Fisher

Image

Ini Isla dalam fim Definetely Maybe.

Wanita kelahiran Osman, Australia  ini merebut hati saya dalam perannya di Definetly, Maybe. Dalam film itu ia berperan sebagai April yang jatuh cinta pada sahabatnya. Setelah itu, saya mulai mencari film-film dia yang lain, seperti Confessions of a Shopaholic, Wedding Crasher, Bachelorette, Now you See Me. (dia juga main dalam film The great Gatsby, sayangnya saya belum nonton :c ) Selain itu dia juga sebagai pengisi suara film animasi, rango, rise of guardians, Horton Hears a who. Jujur saya suka suaranya dan mimiknya ceria.

4. Jennifer Lawrence

ImageSaya suka Jenifer saat nonton hunger games seri pertama. Ia memerankan Katnis, karakternya kuat seperti pribadi kesehariaanya. Mengapa saya katakan kuat sesuai dengan kesehariannya? Itu semua saya simpulkan berdasarkan beberapa artikel yang saya baca. Salah satunya, ia tidak setuju dengan wanita yang mengikuti program diet. Ia juga tidak peduli celaan yang mengatakan dia gemuk. Selain Hunger Games, dia juga berperan dalam film komedi romantis bersama Bradley Cooper, yaitu Silver Linings Playbook . Film itu juga menjadi favorit saya. Sebulan bisa 2-3 kali nonton. Walaupun sudah berulang-ulang, tetap tidak bosan :3. Terkadang (sering) saya suka meniru dialog Tifany, perannya Jenifer, hahahhahahah.

3. Nicholas Saputra

ImageWah! Ini aktor Indonesia favorit saya. Saya suka  sejak dia menjadi Rangga dalam film perdana, yaitu Ada Apa dengan Cinta (AADC). Kemudian, saya mulai ikut beberapa alur dunia filmya, seperti film Gie, Janji Joni, 3 Hari untuk Selamanya, 3 Doa 3 Cinta, dan Kebun Binatang. Pria lulusan FTUI ini sekarang lebih sering di balik layar, salah satunya menjadi produser untuk film Sokola Rimba.

2. Julia Roberts

Image

Ini cantiknya abadi 😀 . Saya suka dia saat nonton Pretty Woman, beberapa kali tayang di bioskop tv beberapa kali juga saya ikut masyuk dalam acara.  Selain itu, ada My Bestfriend’s Wedding, Nothing Hill, Runaway bride, Eat Pray and Love.

1.Benedict Cumberbatch

Image

Saya suka Sherlock Holmes J dan dia tepat memerankan tokoh detektif itu. Cara melakonkan Sherlock membuat saya jatuh cinta. Tingkahnya seperti “geek” akan kasus adalah bagian favorit saya. Ah, serial ini saya dikenalin sama temen dan langsung jadi favorit.

Ps: sayembara ini sudah terlewat jauh huhuhu. Ini hari ke-4 saya yang baru dikerjakan. Gegara sibuk, jadi baru sempat.

Desain Lo Kok Mahal, Sih?

Macangadungan

Pernah ngomong gitu gak ke desainer? Misalnya minta dibikin desain logo, desain kebaya, desain cover, desain interior tempat usaha, atau website dagangan kalian…

Pas ngelihat quotation, mata melotot melihat deretan angka yang ditawarkan. Padahal menurut kalian *mungkin*, sang desainer bukan orang terkenal, gak eksis, portfolionya gak ada di internet, namanya gak pernah masuk majalah, de es te. Kenapa dia bisa ngasih harga mahal, ya?

Tapi tunggu, yang kalian maksud dengan mahal itu apa sebenarnya? Standar mahal kalian apa? Ya saya ketawa sih, kalo kalian bilang ngedesain website seharga *misalnya* Rp. 250.000 itu mahal. Atau desain company profile seharga Rp.2.500.000 itu mahal? Standar orang beda-beda sih, tapi kalo harga segitu aja dibilang mahal, berarti mending kalian berhenti membaca postingan ini dan silakan lanjutkan main twitter.

Nah, jadi, gue mau ngasi sedikit gambaran, kenapa harga desain bisa mahal *menurut kalian/klien*. Apa alesannya si Anu maupun Si Itu bisa ngasih harga sekian dalam…

View original post 968 more words

Day 3: Lagu Hari Ini

google.com

google.com

Mendengarkan musik bisa mengubah mood  kamu. Mendengarkan musik bisa dibilang seperti lorong waktu yang membawa kamu ke masa silam atau berkhayal masa depan…

Hello hari ke-3! Tantangan kali mengaktifkan mode shuffle di-playlist dan tulis 10 daftar lagu. Karena sistem acak, bisa dibilang genre yang dimainkan beragam dan ngga semua lagu favorit. Kali ini aku pilih melalui media Hp, soalnya aku dengerin saat berangkat kerja di bis.

Ini dia 10 daftar lagu dengan sistem acak:

1. Robin Thicke- The Rest of My Life

2. Stevie Wonder- Overjoyed

3. Louis Amstrong- La Vie en Rose

4. Larc en Ciel- Bless

5. Tahiti 80- Open Book

6. Corrine Bailey Rae- Like a Star

7.  King of Convenience- Mrs. Cold

8. John Lennon- in My Life

9. Relish- You I’m Thinking of

10. Adhitya Sofyan- We Can’t Be Together

[Sharing] Dunia Editing bersama Mba Rina Lubis

-hQZou-

“Edit your manuscript until your fingers bleed and you have memorized every last word. Then, when you are certain you are on the verge of insanity…edit one more time!” C.K. Webb

“Writing without revising is the literary equivalent of waltzing gaily out of the house in your underwear.” Patricia Fuller

Pernahkah kalian merasa kesal jika membaca sebuah buku–baik itu fiksi maupun nonfiksi–tetapi isi tulisannya acak-acakkan, banyak typo sana-sini, penuh miss-logika dalam penuturannya? Nah biasanya sebelum tulisan dapat dinikmati oleh semua pembaca ada namanya proses editing yang dapat dilakukan oleh penulis sendiri (self-editing) ataupun oleh seorang editor. Peran editor sendiri sangat sentral untuk mengawal sebuah naskah agar layak terbit dan dibaca oleh khalayak umum.
Nah bagaimana sih dunia editing itu? Kali ini Mba Rina Lubis, editor remaja Diva Press, akan menuturkannya untuk kalian-seperti yang dilansir dari hasil diskusi di grup Inspirasi-Ku (02/12/2013) berikut ini:

View original post 2,558 more words

Day 2: What can i don in my leisure time????

Deskripsi hobi menurut saya adalah kegiatan yang disenangi, tidak peduli jarum jam bergerak. Kamu akan asyik-masyuk ke dalam duniamu dan menghabiskan sisa detik dengan rasa puas. Sebenarnya manfaat memiliki hobi itu merangsang daya kreativitas kita. Saya juga punya hobi. BIsa dibilang banyak, hehehhehe. Untuk merealisasikan hobi biasanya saya pilih di hari libur atau waktu senggang. Tepatnya ketika saya jenuh, dan ingin relaksasi. Okey, di bawah ini segelintir hobi saya . Happy reading, fellas!

1. Membaca

Image

google.com

Saya suka baca sedari kecil. Bacaan pertama saya adalah  Majalah Bobo. Orangtua saya rutin membeli tiap minggu. Dan Ayah selalu membeli buku anak-anak, seperti kumpulan dongeng versi kecil-kecil yang disusun dalam istana kertas. Sampai usia kepala dua pun saya masih setia dengan hobi ini. Genrenya beragam, tetapi lebih suka yang romantis, berdasarkan kisah nyata, motivasi, dan seri detektif. Biasanya saya membaca di kamar sambil tidur leyeh-leyeh, di kendaraan umum, atau kamar mandi (ups). Tapi saya bukan Si pengoleksi buku :p buku yang saya punya bisa dihitung, tapi sekarang sedang berusaha mengumpulkan, kok. Buku yang saya baca sedari SMP- kuliah kebanyakan saya pinjam dari teman, hadiah, dan pinjam di perpustakaan.  Kalau kamu lihat deret kartu perpus saya bisa dua tumpuk. Hihihihihi, bukannya pelit atas hobi sendiri. Jadi, terimakasih untuk teman-teman yang mau meminjamkan saya buku.

2. Menulis

Image

google.com

Menulis itu seperti mengeluarkan isi hati dan otak yang terpendam, buku catatan pun menjadi telinga untuk “mendengarkan” keluh-kesah. Rata-rata yang saya tulis itu didominasi catatan harian, sih. Pertama saya tulis di buku catatan lalu beberapa saya share  di blog secara privat atau public. Salah satunya: Tumblr (monggo dilihat, kalau sreg bisa di-follow). Hihihihi promosi dikit. Hobi ini juga yang menjadi keinginan untuk berkarir di bidang yang sama.

 

3. Buat Cemilan

Image

google.com

Nah, ini gegara Ibu nasihatin saya, “kalau hobi makan, harus bisa masak. Kalau kelaperan  siapa yang mau ngeladenin kamu?”. Zzzzz karena itu kalau lagi kelaperan, liat dapur, buka kulkas, dan mulai deh sibuk sendiri. Oh, ya di rumah Ibu punya usaha terima-pesanan kue. Jadi, dikit-dikit juga belajar. Kalau buka google sering lihat resep, tapi ngga semua resep ditiru, Cuma yang bahan dan pengerjaannya yang mudah.  Biasanya, hasil kerja tangan saya, diicip pertama kali oleh Adik.  Hahahahha.

Image

Ini buatan tangan sendiri 🙂 saya kasih nama: Outmeal cinnamon raisin cookies. bentuknya jelek, sih hihihihi

 

4. Bikin Doodle

Image

buatan sendiri: sketsa laki dan perempuan dipayungi Totoro -_-

Image

ini ngga jelas nih di buku catatan kuliah

 

Kalau lagi bosen, males ngapa-ngapain, males nulis, suka iseng bikin doodle. Walau pada akhirnya ngga jelas gambar apa. Ada kertas kosong, kolom kosong suka dibikin karakter . Hahahhhaha.

Day 1: Masih Ada Waktu Mengenal….

Ciao Dicembre! ini posting-an pertama untuk Tantangan Kak Kev, huhuhuhu. I know this is too late, karena saat blogwalking temen-temen yang lain sudah mulai November  dan akan jatuh tempo 31 Januari 2014. Peserta pun diberi jatah  menulis tiap harinya dengan satu tantangan saja, tidak boleh lebih. Hahahha kalau dihitung untuk memenuhi komitmen menulis 30 sampai batas akhir, ya, bisa dibilang tak cukup waktunya. Tapi, 30 deret tema yang dijelaskan dalam blog menarik perhatian. Ya, bisa dibilang aku tetap mau coba ngga peduli masa aktifnya :p. Lewat dari 31 Januari rencananya masih mau lanjutin walau seperti pelari di garis belakang. Masih tetap berlari sampai finish walau pita merah depan altar sudah terlewati peserta. Cieeeeeeeeeeee.

Sebelumnya aku pernah juga ikutan nulis berdasarkan komitmen 30 soundtrack of the day, tapi Cuma bertahan 10 hari. Hihihi. Nah, sekarang aku mau nyoba lagi. Kali ini harus bisa.

Ini edisi perkenalan. Namaku Nadya Nur’aini. Panggilan dari SD sampai dengan kuliah berbeda. SD aku biasa dipanggil Nadya, SMP berubah menjadi Naya, Onay, atau Nay, SMA aku disapa Nadiho, Onad, Onadio, Nanad, atau nadiot, dan kuliah nama Nadya lebih sering terdengar Nadin. Dan kalian, bebas memilih memanggil aku apa atau kalian punya sebutan baru?

Oh, ya, aku ini baru lulus jadi masih fresh from the open. Aku lulusan dari Politeknik Negeri Jakarta, program studi Penerbitan. And Now,  I’m working in property magazine.

Image

ki-kan: Aku sama Sarah. Pas Aku wisuda 🙂

Aku ini orangnya pendiem untuk suasana baru, adaptasi pun butuh waktu lama. Terlihat cerewet kalau melalui tulisan (itu kata temen).  Kalau ada masalah lebih baik dipendam sendiri, cari jalan keluar sendiri daripada konsultasi ke teman. Ini, nih, yang jelek.

Aku tipe orang yang malas berkonflik, makanya sebelum api menyala aku sudah sedia bawa air.  Orang dekat aku suka bilang kalau aku ini cuek, sebenarnya aku bukan cuek, sih, tapi sulit mengekspresikan kalimat “sensitive” untuk menyenangkan mereka. Jadi, perhatian untuk teman-temanku tak terlihat bayangannya.

Aku suka baca buku, rata-rata, sih, Novel J. Dewi Lestari, Andrea Hirata,  Darwis Tere Liye, Paulo Coelho, dan Neil Gaiman adalah pengarang favoritku. Kalian dapat menilai sendiri genre novel apa yang aku suka, hihihihi.

Aku suka banget ngemil. Apapun makanan yang pedas dan asam, bisa aku lalap sampai habis. Contohnya, asinan dan pempek. Sampai ibuku bilang, kamu kalu suka ngemil harus bisa buat sendiri. Mulai, deh, tiap weekend walau ngga sering suka buat cemilan buat keluarga. Paling suka resep urban yang simple.

Kalian tahu aku suka sekali dengan angin… ketika ada angin menyapa wajahku, aku terdiam sejenak, menutup mata, dan tersenyum. Rasanya menyenangkan dan nyaman. Ketika aku naik kendaraan umum, aku paling suka tempat yang dekat dengan jendela. Membiarkan angin mengacak-acak rambutku. Aku suka. Ketika aku berangkat kuliah bersama Ayah dengan motor, aku suka sekali! Kubiarkan tanganku melawan arus angin berharap angin membalas genggamanku. Sambil mendengarkan musik favoritku. Irama syahdu jazz sangat cocok ketika aku bersantai menikmati angin. Aku bukan pecinta hujan, tapi sangat excited kalau liar deretan warna mejikuhibiniu melintang di langit. Aku suka tempat yang tenang, makanya bukan senja yang kupilih menjadi waktu favorit, tapi tengah malam. Biasanya tengah malam waktu produktif untuk menulis 🙂 .

Gadis turunan Jawa. Suka Makaroni Panggang. Kalau di rumah suka bersihin kuping Ayah-Ibu-Adik. Anak pertama dari dua bersaudara.

Perkenalanku, segitu dulu aja, ya 🙂 terimakasih yang sudah mampir untuk membaca dan kasih kritik-saran membangun. Tunggu postingan selanjutnya, ya. OH, ya! hihihi jangan lupa vote.

Grazie e ciao! 😀